Di saat kita bisa menempatkan diri kita seolah-olah ada pada posisi org lain, itulah empati. Kita bisa ikut merasakan apa yg org lain rasakan. Kita ikut bahagia jika mereka bahagia dan kita bisa sedih jika mereka mendapat kesusahan. Terbukti dengan empati yg kita miliki, segala sesuatu yg tadinya terlihat menyedihkan menjadi menggembirakan, sesuatu yg sebelumnya membuat tak nyaman menjadi nyaman.
Empati adalah sikap positif. Dengan sikap positif inilah kita bisa menularkan sesuatu yg positif pula. Seperti kalimat sebelumnya, empati bisa memberikan kegembiraan. Kegembiraan wujud dari kebahagiaan. Tentunya kita lebih bahagia jika kita bisa berbagi kebahagiaan dg org lain, benar kan?
Contoh kasusnya bisa saja seperti ini. Jika ada 2 org sahabat yg sudah membina hubungan dekat sekali, bahkan menganggap sbg saudara sendiri, saling berbagi kebahagiaan dan kesedihan. Namun suatu waktu, sahabat yg satu harus pindah ke luar kota karena pekerjaannya, sehingga membuat hubungan mereka pada awalnya terasa agak 'berjarak', komunikasi pun jarang, apalagi untuk bisa sekedar curhat-curhatan. Sahabat yg ditinggalkan pun merasa ada yg kurang dalam hari-harinya. Tapi hal ini segera disadarinya, ia harus bisa memahami situasi dan keadaan sahabatnya saat ini. Sahabatnya saat ini punya sesuatu yg baru dimana ia harus beradaptasi dgn lingkungan pekerjaan baru, orang-orang baru, bahkan kehidupan budaya yg baru. Hal inilah yg menyadarkannya, jika ia ada di posisi yg sama seperti sahabatnya, mungkin ia pun akan mengalami hal itu. Dari empati inilah tercipta lagi komunikasi yg baik dan sikap saling pengertian yg akan memberi kebahagiaan untuk keduanya. Sehingga hubungan sepasang sahabat ini tetap terjalin dg baik, tetap bisa saling berbagi, walau jarak memisahkan mereka. Dan ini bermula dari adanya empati.
Contoh sederhana sangat banyak yg bisa ditemui dari kehidupan di sekitar kita. Pengemis, pemungut sampah, pengamen jalanan, penjual koran, penjaja makanan, supir angkot, tukang parkir, dan pekerjaan lain ataupun hal lain yg mudah menyentuh hati kita yg membuat kita bisa berempati. Banyak hal juga yg patut kita syukuri dari adanya sikap berempati ini dan tentu kita bisa berbagi kebahagian di dalamnya.
Salam semangat dan tetap mengembangkan diri menjadi pribadi yg lebih baik :)
No comments:
Post a Comment